Minggu, 12 Februari 2012

Abortus Inkomplit


        Abortus Inkomplit
a.    Pengertian abortus inkomplit
1)    Abortus inkomplit (keguguran bersisa) : hanya sebagian hasil konsepsi yang dikeluarkan, yang tertinggal adalah decidua dan plasenta. 
               b.    Gambaran klinis
Didapati antara lain adalah amenore, sakit perut mules, perdarahan yang bisa sedikit atau banyak, dan biasanya berupa stolsel (darah beku), sudah ada keluar fetus atau jaringan, pada abortus yang sudah lama terjadi atau pada abortus provocatus yang dilakukan oleh orang yang tidak ahli sering terjadi infeksi. Pada pemeriksaan dalam (VT) untuk abortus yang baru terjadi didapati serviks terbuka, kadang-kadang dapat diraba sisa-sisa jaringan dalam kanalis servikalis atau cavum uteri, serta yang berukuran lebih dari biasanya.
c.    Penanganan abortus inkomplit
1)    Tentukan besar uterus (taksir usia gestasi), kenali dan atasi setiap komplikasi  (perdarahan hebat, syok, infeksi/sepsis)
2)    Hasil konsepsi yang terperangkap dalam serviks disertai perdarahan hingga ukuran sedang, dapat dikeluarkan secara digital atau dengan cunam ovum. Setelah itu evaluasi perdarahan:
a)    Bila perdarahan berhenti beri ergometrin 0,2 mg IM atau misoprostol 400 mg peroral.
b)    Bila perdarahan terus berlangsung evaluasi sisa hasil konsepsi dengan AVM (Aspirasi Vacum Manual)  dan D & K (pilihan tergantung usia gestasi, pembukaan serviks dan keberadaan bagian-bagian janin).
c)    Bila tidak ada tanda-tanda infeksi beri antibiotik profilaksis (subenisillin 2 g IM atau sefuroksim 1 g oral).
d)    Bila terjadi infeksi beri ampicillin 1 gr dan metronidazole 500 mg setiap 8 jam.
e)    Bila terjadi perdarahan hebat dan usia gestasi dibawah 16 minggu segera lakukan evakuasi dengan AVM.
f)     Bila pasien tampak anemia berikan sulfaferosus 600 mg perhari selama 2 minggu (anemia sedang) atau transfuse darah (anemia berat).
g)    Pengeluaran sisa jaringan secara digital tindakan ini untuk menolong penderita ditempat yang tidak ada fasilitas kuretase, sekurang-kurangnya untuk menghentikan perdarahan. Hal ini sering dilakukan pada keguguran yang sedang berlangsung (abortus insipien) abortus inkomplit. Pembersihan secara digital hanya dapat dilakukan bila telah ada pembukaan serviks uteri yang dapat dilalui oleh satu jari longgar dan kavum uteri cukup luas. Karena manipulasi ini akan menimbulkan rasa nyeri, maka sebaiknya dilakukan dalam narkose umum intra vena (ketalar) atau anastesi blok pars servikalis.
Caranya adalah dengan dua jari : jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan dimasukan kedalam jalan lahir dengan mengeluarkan hasil konsepsi, sedangkan tangan kiri menekan serviks uteri sebagai fiksasi, dengan kedua jari tangan kikislah hasil konsepsi sebanyak mungkin atau sebersihnya.
h)   Pengeluaran sisa jaringan dengan kuretase/kerokan 
Kuretase adalah cara membersihkan hasil konsepsi menggunakan alat kuretase. Sebelum melakukan kuretase penolong harus  melakukan pemeriksaan dalam untuk mengetahui letak uterus, gunanya untuk mencegah terjadinya bahaya kecelakaan misalnya perforasi.
(1)  Persiapan Penderita
(a)  Melakukan pemeriksaan umum : tekanan darah, nadi, suhu, keadaan jantung dan sebagainya.
(b)  Pasanglah infus dextrose 5% atau RL yang mengandung 10 unit oksitosin.
(2)  Persiapan alat-alat kuretase : alat-alat hendaknya telah tersedia dalam bak, alat hendaknya dalam keadaan aseptic (suci hama) berisi :
(a)  Speculum sims 2 buah
(b)  Cunam tampon (tampon tang) 1 buah
(c)  Cunam peluru (tampon tang) 1 buah
(d)  Uterus sonde 1 buah
(e)  Busi hegar (dilatator) 1 buah
(f)   Cunam ovum (venster 1 buah)
(g)  Jarum suntik 5 ml 2 buah
(h)  Mangkok logam berisi bethadine
(i)    Kateter karet 1 buah
(j)    Sarung tangan DTT/steril 4 pasang
(k)  Baju kamar tindakan, apron, masker, kaca mata pelindung, sepatu boot/karet
(l)    Kasa steril beberapa lembar
(m)Penampung darah dan jaringan
(n)  Lampu sorot
(o)  Larutan chlorine 0,5%
(3)  Cara dilatasi kuretase
(a)  Pasang duk steril pada bokong ibu
(b)  Antiseptik genitalia eksterna dan sekitarnya
(c)  Kosongkan vesika urinaria dengan kateter
(d)  Pasang spekulum
(e)  Jepit porsio dengan tenakulum
(f)   Masukkan sonde uterus untuk mengetahui dalam dan arah kavum uteri
(g)  Lakukan dilatasi dengan dilatator hegar, mulai dari ukuran kecil sampai dengan ukuran yang dikehendaki
(h)  Keluarkan jaringan hasil konsepsi dengan tang abortus
(i)    Lakukan kuretase secara sistemik dengan kuret tumpul dan tajam.
(j)    Setelah diyakini bersih dan tidak ada perdarahan lagi, tenakulum dilepas dan portio didep dengan kasa bethadine.
(k)  Lepaskan spekulum
(l)    Bersihkan sekitar genitalia aksterna ibu
    
Referensi:
- Saifuddin AB, 2006. Buku Acuan Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, JNPK-KR JH-PIEGO, Jakarta.

     -  Wiknjosastro Hanifa, 2006. Ilmu Kebidanan, EGC, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar