Jumat, 20 Januari 2012

Asuhan Kebidanan Kunjungan Awal Antenatal


ASUHAN KEBIDANAN PADA KUNJUNGAN AWAL
A.    Tujuan Kunjungan
1.      Menentukan tingkat kesehatan ibu dengan melakukan pengkajian riwayat lengkap dan uji skrining yang tepat.
2.      Menetapkan catatan dasar tentang tekanan darah, urinalisis, nilai darah, serta pertumbuhan dan perkembangan janin yang dapat digunakan sebagai standar pembanding sesuai kemajuan kehamilan.
3.      Mengidentifikasi faktor resiko dengan mendapatkan riwayat detil kebidanan masa lalu dan sekarang.
4.      Memberi kesempatan pada ibu dan keluarga untuk mengekspresikan dan mendiskusikan adanya kekhawatiran tentang kehamilan saat ini dan kehamilan yang lalu, proses persalinan serta masa nifas.
5.      Menganjurkan adanya pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam upaya mempertahankan kesehatan ibu dan perkembangan kesehatan bayinya.
6.      Membangun hubungan saling percaya karena ibu dan bidan adalah mitra dalam asuhan.




B.     Pengkajian Data Ibu Hamil
1.      Data Subyektif
a.       Biodata
b.      Anamnesis
·         Keluhan Utama
·         Riwayat Kesehatan reproduksi
1.      Haid
a)      Menarche
b)      Siklus Haid
c)      Lamanya
d)     Keluhan
e)      Volume
f)       Bau
g)      Konsistensi

2.      Riwayat kehamilan yang lalu
3.      Riwayat kehamilan sekarang
a)      Hari pertama haid terakhir (HPHT)
b)      Hari perkiraan lahir (HPL)
c)      Ini adalah kehamilan yang ke?
d)     Periksa hamil pertama kali di?
e)      Imunisasi TT :
§  Trimester I
§  Trimester II
§  Trimester III
f)       Keluhan selama hamil
g)      Obat yang dikonsumsi
h)      Konsumsi jamu (Ya/Tidak)
i)        Gerakan janin : (frekuensi lebih dari 10 kali/24 jam)
§  Riwayat Kesehatan
1)      Riwayat kesehatan sekarang
a)      Penyakit  menular : TBC, Hepatitis
b)      Penyakit menurun : penyakit menurun ( DM, Asma, Hipertensi)
2)      Riwayat kesehatan yang lalu
a)      Pernah dirawat di RS, atau pernah menjalani operasi?
3)      Riwayat kesehatan keluarga
a)      Kehamilan kembar
b)      Penyakit menular dalam keluarga
c)      Penyakit keturunan
d)     Penyakit alergi
§  Data Psikososial
1)      Riwayat perkawinan
2)      Respons suami dan keluarga terhadap kehamilan ini
3)      Respons ibu terhadap kehamilan
4)      Hubungan ibu dengan anggota keluarga suami dan anggota keluarga yang lain.
5)      Adat setempat yang dianut dan berhubungan dengan kehamilan
§  Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari
1)      Makan
a)      Frekuensi
b)      Jenis makanan
c)      Jumlah
d)     Pantangan
e)      Makanan kesukaan
2)      Minum
a)      Frekuensi
b)      Banyaknya
c)      Jenis minuman
d)     Minuman kesukaan
3)      Istirahat
a)      Malam
b)      Siang
c)      Keluhan
4)      Personal hygiene
a)      Mandi
b)      Sikat gigi
c)      Ganti Baju
d)     Ganti celana dalam dan bra
e)      Potong kuku
f)       Keramas
5)      Aktivitas
a)      Di tempat kerja
b)      Di rumah
6)      Hubungan seksual
a)      Frekuensi
b)      Keluhan
§  Pengetahuan pasien tentang kehamilan dan perawatannya
1)      Pemeriksaan kehamilan
2)      Perawatan payudara
3)      Memantau gerakan janin
4)      Waspada keluhan
5)      Pola makan yang sehat
6)      Sikap tubuh yang baik (body methalic)
7)      Posisi tidur
8)      Ketidaknyamanan dan cara mengatasinya
2.      Data objektif
a)      Pemeriksaan Umum
Ø  KU
Ø  TB
Ø  BB sebelum hamil….., BB setelah hamil…….
Ø  LILA
Ø  Tanda vital
b)      Pemeriksaan head  to to
§  Kepala
1)      Bentuk : mesosephal
2)      Rambut :
a)      Warna
b)      Kebersiahan
c)      Mudah rontok/ tidak
3)      Muka : closma, jerawat, sianosis, berkeringat
4)      Mata :
a)      Sklera
b)      Konjungtiva
c)      Gangguan Penglihatan
d)     Kotoran / Sekret
5)      Telinga
a)      Kebersihan
b)      Gangguan pendengaran
c)      Terlihat massa
6)      Hidung
a)      Kebersihan
b)      Pernapasan cuping hidung
c)      Polip ( hidung tersumbat )
7)      Mulut :
a)      Karies gigi
b)      Kebersihan mulut dan lidah
c)      Kelembapan bibir
d)     Stomatitis
e)      Perdarahan gusi
§  Leher
1)      Pembesaran kelenjar limfe, tiroid, vena jugularis
§  Dada
1)      Retraksi dada
2)      Denyut jantung teratur
3)      Wheezing
§  Payudara
1)      Bentuk : simetris / tidak
2)      Hiperpigmentasi
3)      Kondisi putting susu : masuk ke dalam / tidak, kebersihan
4)      Teraba keras, lunak, benjolan
5)      Pengeluaran kolostrum
§  Ekstremitas atas
1)      Bentuk
2)      Kebersihan tangan, kuku
3)      Pucat di ujung  jari
4)      Tremor
5)      Telapak tangan berkeringat
6)      Warna merah pada telapak tangan
§  Abdomen
1)      Pembesaran perut : simetris / tidak, sesuai dengan kehamilan/ tidak
2)      Striae gravidarum
3)      Luka bekas operasi
4)      Linea nigra
5)      Palpasi Leopold :
a)      Leopold I :
o   TFU
o   Teraba bagian besar (melenting keras-kepala dan susah digerakkan-bokong). Ada berapa bagian yang teraba. Jika dua, waspada adanya kehamilan kembar.
o   Mengukur TFU menurut Mc Donald untuk menghitung taksiran berat janin  (TBJ). Cara pengukurannya adalah tempatkan metline skala 0 (nol) di atas simfisis dan ukur TFU dengan melihat metline dalam cm.
o   Caranya:
Ø  Jika belum masuk panggul :
( TFU – 12 ) x 155
Ø  Jika sudah masuk panggul :
( TFU – 11 ) x 155
b)      Leopold II :
o   Sebelah kanan : teraba bagian yang rata, ada tahanan, punggung
o   Sebelah kiri : teraba bagian yang menonjol, kecil-kecil, ekstremitas
c)      Leopold III :
o   Teraba bagian besar – kepala atau bokong, satu atau lebih dari satu
d)     Leopold IV :
o   Seberapa besar bagian janin ( presentasi ) yang sudah masuk panggul.
6)      DJJ ( dihitung satu menit penuh )
a)      Frekuensi / menit
b)      Teratur / tidak
c)      Punktum maksimum
§  Pemeriksaan Panggul
1)      Pemeriksaan Panggul luar
2)      Pemeriksaan panggul dalam
§  Genitalia Luar :
1)      Tidak ada varises
2)      Tanda Chadwick
3)      Pembesaran kelenjar Bartholini
4)      Keputihan

§  Genitalia dalam :
1)      Vagina
2)      Serviks
3)      Tanda infeksi oada serviks
4)      Teraba promontorium?
§  Pemeriksaan bimanual :
1)      Tanda Hegar
§  Rektum :
1)      Kebersihan
2)      Hemoroid
§  Ekstremitas bawah :
1)      Bentuk
2)      Varises
3)      Kebersihan kuku
4)      Pucat pada ujung jari kaki
5)      Teraba dingin atau panas-infeksi vena
6)      Refleks patella ( kanan dan kiri )
c.       Pemeriksaan Penunjang
§  Pemeriksaan Laboratorium
1)      Hb
2)      Golongan darah
3)      Protein urine
4)      AL ( Leukosit )
§  Pemeriksaan USG
§  Non-stress Test ( NST)

C.     Menentukan Diagnosis
1)      Menetapkan Normalitas Kehamilan
a)      Membuat kesimpulan dari seluruh hasil temuan.
b)      Berdasarkan data dasar ( subjektif dan objektif ) yang mengacu pada kondisi yang fisiologis dalam kehamilan.
c)      Dituntut pemahaman mengenai perubahan anatomi fisiologi ibu hamil, serta adaptasi psikologis ibu hamil di setiap trimester.
2)      Membedakan Ketidaknyamanan selama kehamilan dengan Komplikasi Kehamilan.
a)      Mengkaji dari keluhan yang dirasakan pasien melalui anamnesis yang efektif dan komunikatif. Perlu adanya hubungan interpersonal yang baik terlebih  dahulu dengan pasien sehingga pasien dapat dengan nyaman menyampaikan apa yang dirasakan dengan terbuka.
b)      Dikuatkan dengan pemeriksaan fisik, terutama yang berkaitan dengan keluhan yang dirasakan pasien untuk lebih dipertajam.
c)      Pengambilan kesimpulan yang tidak tepat dapat berakibat fatal.
a)      Kunjungan ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pasien untuk belajar mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kehamilannya.
b)      Bidan harus aktif dalam mengajukan pertanyaan yang dapat menggiring kepada kesimpulan mengenai apa yang harus disampaikan kepada pasien, sehingga penyuluhan ( KIE ) yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasien.

D.    Mengembangkan Perencanaan
1.      Menetapkan Kebutuhan Pemeriksaan Laboratorium
a)      Pemeriksaan Laboratorium awal dan rutin yang harus dilakukan adalah pemeriksaan kadar Hb, untuk mengetahui apakah pasien dalam keadaan anemia atau tidak di awal kehamilannya. Pemriksaan awal ini dijadikan sebagai patokan dalam memantau kemajuan kehamilannya.
b)      Pemeriksaan laboratorium yang lain adalah sebagai berikut :
·         Kadar leukosit, apabila ada indikasi terjadi infeksi.
·         Protein urine, untuk penapisan pre-eklamsi.
·         Hematokrit, untuk penapisan DHF.
·         Pemeriksaan darah, untuk penapisan penyakit malaria.
·         Pemeriksaan pembiakan bakteri jika ada indikasi khussu untuk penegakan diagnosis infeksi.

2.      Menetapkan Kebutuhan Belajar / Bimbingan bagian apa pasien.
a)      Berdasarkan apa yang ditanyakan pasien.
b)      Berdasarkan pengkajian data subjektif dan objektif.
c)      Contoh :
Data dasar yang mendukung adalah sebagai berikut :
Data subjektif : pasien mengatakan tidak suka makan sayuran, telur, dan daging. Makan sehari dua kali, yaitu bakso dan mie ayam. Akhir-akhir ini sering pusing, mata berkunang-kunang, dan mudah lelah.
Dta Objektif : trimester I belum ada peningkatan BB, konjungtiva anemis, ujung jari tangan dan kaki pucat, kadar Hb 9 gram %.
d)     Selain kasus atau keadaan khusus yang dialami oleh pasien, bidan tetap perlu memberikan mater-materi pendidikan kesehatan sesuai dengan usia kehamilannya, antara lain sebagai bnerikut :
·         Nutrisi/ pemenuhan gizi selama hamil.
·         Olahraga ringan / senam hamil
·         Istirahat.
·         Kebersihan.
·         Pemberian ASI untuk bayi.
·         KB pasca persalinan
·         Tanda-tanda bahaya selama hamil
·         Aktivitas seksual.
·         Kegiatan sehari-hari
·         Obat-obatan
·         Asap rokok.
·         Sikap tubuh yang baik.
·         Pakaina dan sepatu.
3.      Menetapkan kebutuhan untuk Pengobatan Komplikasi Ringan
a)      Bidam mempunyai hak untuk melakukan pengobatan komplikasi ringan pada ibu hamil.
b)      Namun dalam pemberian pengobatan ini bidan juga tetap harus memperhatikan aturan (dosis) yang tepat. Jika obat yang diberikan adalah antibiotic, maka hati-hati dengan adanya riwayat alergi pasien terhadap obat antibiotik. 
4.      Menetapkan Kebutuhan untuk Konsultasi atau Rujukan ke Tenaga Kesehatan lain
a)      Dalam pelaksanaan asuhan kadang dijumpai kasus yang membutuhkan konsultasi atau rujukan ke tenaga kesehatan lain.
b)      Konsultasi ini bertujuan agar perencanaan masalah yang diambil benar-benar sesuai dengan apa yang dialami oleh pasien karena ditangani secara lebih spesifik oleh ahli yang kompeten.
c)      Beberapa contoh kasus yang memerlukan konsultasi dan rujukan antara lain
Sebagai berikut :
No
Contoh Kasus
Konsultasi/Rujukan
1
Ibu hamil dengan riwayat abortus lebih dari satu kali.
Dokter obstetric dan ginekologi.
2
Ibu hamil dengan depresi.
Psikolog/psikiater
3
Ibu hamil dengan penyakit DM, Jantung
Dokter spesialis penyakit dalam dan ahli fisioterapi.
4
Ibu hamil dengan trauma pada kasus kecelakaan dan mengalamin cedera tulang dan otot.
Dokter ahli penyakit dalam
5
Ibu hamil dengan penyakit hepatitis.
Dokter ahli penyakit dalam.
 6
Ibu hamil dengan HIV/AIDS
Dokter ahli penyakit dalam, psikolog, dan tokoh agama sebagai pendukung mental ibu.
7
Ibu hamil dengan Hiperemesis gravidarum.
Dokter spesialis obstetric dan ginekologi.



5.      Menetapkan Kebutuhan untuk konseling yang spesifik (Anticipatory Guidance)
a)      Setiap pasien yang diasuh mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dan mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda pula.
b)      Bidan perlu untuk menitikberatkan ini untuk membuat keputusan tentang perlu tidaknya diberikan konseling secara khusus.
c)      Konseling ini dimaksudkan agar permasalahan atau ketidaktahuan pasien dapat diatasi sehingga masa kehamilan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
d)     Beberapa kasus yang membutuhkan konseling atau anticipatory guidance antara lain sebagai berikut :
·         Primigravida
·         Multigravida dengan sibling rivaly.
·         Pasangan usia muda.
·         Kehamilan di luar nikah.
·         Primitua.
·         Kehamilan dengan penyulit dan sebagainya.

6.      Menetapkan Kebutuhan Konseling HIV / AIDS
a)      Setiap pasien hamil yang positif mengidap virus HIV /AIDS dengan pemberian konseling secara intensif.
b)      Ibu hamil dengan HIV sangat rentan dengan berbagai kondisi yang berkaiatan dengan perjalanan penyakitnya serta kondisi psikologis yang labil.
c)      Materi konseling yang dapat direncanakan untuk ibu hamil dengan HIV/AIDS
Antara lain sebagai berikut : 
·         Ini Penerimaan ibu terhadap kehamilan ( menerima atau menolak ).
·         Motivasi untuk melanjutkan dan melakukan perawatan kehamilan.
·         Dukungan lingkungan, keluarga, dan pasangan.
·         Pengambil keputusan terhadap perawatan, termasuk kepastian penanggung biaya dan perawatan dan pengobatan.
·         Pertemuan intensif ibu hamil dengan melibatkan suami / pasangan untuk mendiskusikan kelanjutan perawatan dengan berbagai kemungkinan penyulit yang dihadapi.
·         Ketidaknyaman yang dirasakan sesuai dengan perkembangan janin dan usia
7.      Menetapkan Jadwal Kunjungan sesuai perkembangan Kehamilan
a)      Jadwal kunjungan dibuat berdasarkan kesepakatan antara pasien dengan
bidan. Bidan memberikan gambaran atau informasi mengenai frekuensi kunjungan ibu hamil (minimal satu bulan sekali atau 4 kali selama hamil ).
b)      Jadwal Kunjungan dibuat berdasarkan kesepakata, hal ini dimaksudkan agar pasien mempunyai tanggung jawab terhadap kesehatan dirinya serta adanya penghargaan terhadap pasien dalam membuat keputusan.

REFERENSI

1.    Ari Sulistyawati, Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan, Jakarta, Salemba Medika,2009.
2.    Ika Pantiawati, dkk. Kumpulan Soal Ujian OSCA Kebidanan. Jakarta, Numes, 2009.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar